cuma mau kenalin aja sobat sobat gue yang terbentuk menjadi geng "ALAY" yaitu geng asal ceplas ceplos , suka ngecengin orang *jangan ditiru* xoxo.
awalnya sih cuma gue, yhanti and latifah , tapi semenjak kelas 9 ada namoy eh nami deng yg ikut nimbrung hoho :p. yg bikin ALAY sebenernya si namoy kata namoy "ALAY itu nama singkatan Adhe (gue), Latifah, Alnamira (namoy), Yhanti. yang kalo disingkat dari nama depan jadi ALAY xoxo :D
Nan neottaeme ulmyeo jisaedeon bameul gieokhae boy
Deo huhoehal neol saenggakhani mami swiwonne boy
Nal nochigin akkapgo gatgien sisihajanni
Isseulttae jalhaji neo wae ijewa maedallini
[CL]
Yo sogajun geojitmalmanhaedo subaekbeon
Oneul ihuro nan namja ullineun bad girl
Ijen nunmul hanbangul eobsi neol biuseo
Sarangiran geim sok loser
Mureupkkurko jabeul su inni
Anim nun apeseo dangjang kkeojyeo
(Now clap your hands to this)
[Bom]
I Don't Care
Geumanhallae
Niga eodieseo mwol hadeon ije jeongmal sanggwan
Anhalge
Bikyeojullae
Ijewa ulgobulgo maedallijima
No I Don't Care eh eh eh eh eh
I Don't Care eh eh eh eh eh
[Minzy]
'Cause I Don't Care eh eh eh eh eh
I Don't Care eh eh eh eh eh
Boy I Don't Care
Senin, 06 Februari 2012
RATU SWEETHELLA
Minggu, 05 Februari 2012
THIS IS COREOGRAFY 2NE1 I'M THE BEST
Kamis, 02 Februari 2012
FIKSI KAK ANJI "UNTUK KEKASIH YG MEMBUTUHKANKU
Dia
pasti tau bahwa aku mencintainya tanpa syarat apapun. Aku melihatnya
dalam mimpi, mengeja keberadaannya dalam imajinasi lalu mengabadikannya
di dalam hati. Dulu, sebelum mengenal dan memilikinya….
Memiliki
dan dimilikinya adalah anugerah paling bergejolak yang pernah aku
terima. Beradu pagut, saling membelai dan melenguh bersamaan adalah
esensi hidup terindah yang aku rasa. Dulu, sebelum ditinggalkan dan aku
menderita….
Menderita
karena menggilainya, BENAR-BENAR MENGGILAINYA!! Hingga aku tak sanggup
bicara, mendengar, menyentuh, meraba dan merasakan apapun selain dia.
Dulu, sebelum merebutnya kembali ke dalam genggamanku dan akhirnya dia
membutuhkanku….
Ya. Kini dia BENAR-BENAR MEMBUTUHKANKU.
******************
Kukecup
keningnya, lalu kusuapi dia. Seperti biasa, aku mengajaknya bicara
setiap jam makan tiba, walau dia hanya terdiam dengan tatapan kosong.
“Sayang, kini kamu tau kan rasanya membutuhkanku?”Dia hanya merintih sedikit, lalu senyap.
Yah..., walaupun tak bicara, aku yakin dia mengerti. Apalagi aku telah menghadiahinya gelang-gelang nan cantik.
2 di
tangan, 2 di kaki dan 2 di badan. Mereka kubuat berlapis emas 23 karat,
kesukaannya, yang dulu membuat dia meninggalkanku untuk bersama seorang
laki-laki kaya raya.
Kubelai rambutnya, memastikan gelang-gelang itu menggenggamnya dengan kuat, lalu berbisik…., aku sayang kamu!